Postingan

Sidoarjo 35 Sekian Derajat

  siang ini panas sekali aku motoran sendirian menuju mana aku erengkan spion dan kulihat masa lalu silau sesayat membutakan tengil sekali masa lalu ini ingin kujawil empedunya yang kini milik seseorang

Saya Ingin Menulis Puisi Pendek Sekali

  <3

Meratapi Pengadilan Agama

 di pengadilan agama betapa banyak orang beruntung - di peraduan nasib berangkat pagi rapi mewangi kasturi bersemangat berapi-api hanya untuk menagih perpisahan dari kenangan kekasih hati Desember, 2017- September 2020 Puisi ini saya mulai tulis saat saya berjualan bubur bayi di sebelah kantor pengadilan agama Sidoarjo. Ada rasa iba tapi juga tanda tanya, kenapa mereka rela pagi sekali datang (selain mengambil nomor antrian) untuk mencerai pasangan hidup.  Sebenarnya tugas dari pengadilan agama tidak hanya perkawinan melulu dan yang datang belum tentu akan cerai. Tapi entah otak saya menggambarkan kebanyakan dari mereka menuntut itu. Maaf.

Lapindo

Gambar
pagi buta adalah ruang paling jujur milik semesta dibiarkannya manusia mencicip sedikit kekal yang sementara gundukan-gundukan usang ingatanmu   ingin kau pecah di sana menjadi remah-remah halus tanpa nama dibiarkan terbawa angin yang tak pernah mengkhianati sayap-sayap kuntul   adakah yang lebih tidak jujur dari diri sendiri di hari yang mulai meninggi meninggalkan kabut mengubah segala menjadi kalut.  Agustus, 2019

Ode untuk Atoy

 Pada suatu masa saya sering (berusaha) membahagiakan orang terdekat dengan gambaran yang saya buat. Saat ulang tahun, saat pernikahan, saat mereka sedih, dan saat mereka bahagia walaupun saya sedih. Sampai datang masanya saya berhenti memberi mereka. Saya menyemai penyesalan lama-lama. Gambaran yang saya buat hanya berakhir di galeri handphone tanpa lagi ditengok dan akhirnya terhapus sistem terlupakan. Di kesempatan lain, karya saya hanya berakhir di gudang, entah masih berwujud atau telah menjadi sarang laba-laba. Bersyukur bila laba-laba tersebut dapat tinggal dan beranak-pinak di dalamnya, takutnya mereka hanya tersesat tinggal sesaat dan wafat. Gambaran saya bagi mereka hanya bunga jalanan berwarna redup yang gugur tersapu desau angin terlindas kendaraan

Untuk C, Manusia Pendengar Pertamaku

C, kutulis ini agar kelak kamu sadar bahwa kamu orang yang dibutuhkan oleh mereka yang tak dapat tempat untuk membagi kisahnya, mereka yang belum selesai bercerita tapi mendapat penghakiman, mereka yang butuh telinga, yang memahami dengan hati. C, ingatkah kamu pertama kali kita berjumpa di aplikasi random chatting di mana anime menjadi hal yang pertama kali dibicarakan, lalu merambat ke psikologi. Ketika itu aku basa-basi meminta buku pdf tentang hal tersebut agar ada pembicaraan lebih lanjut Kamu masih semester 2 awal, begitu juga aku. Kamu belum terlalu paham apa itu psikologi tapi kamu berjanji kedepannya akan belajar giat agar menjadi psikolog atau apalah yang berguna. Kamu supel banyak bicara tapi banyak memahami. C, entah berapa banyak topik yang kita bicarakan hingga suatu malam aku memutuskan videocall, hal yang paling tak kusukai setelah menelpon. Oh aku lebih benci videocall sih. Aku tak bisa berlama-lama, aku mengutarakan setelah aku sadar sejam lebih aku berbincang denganm...

Saya dalam Sebuah Puisi

Gambar
kamu penasaran kenapa semua pria berpikir adalah haknya untuk menabur pujiannya pada seorang perempuan? sudah, kecewa, nikmati sajalah sepanjang terima kasih kembali kasih, mungkin tidak.