Postingan

Kepada Kamu yang Entah

aku tak tahu  ke mana kapal ini bakal berlabuh  jika bukan hatimu, untuk apa berjuta tahun kuberadu nasib kepada entah yang memburu ketahuilah pasti sudah kuhapal doa itu sejak kaki ini tak lagi menapak halaman sajakku kurapal dan suatu saat kukenakan doa itu di keningmu

Cerita Kembang Sono

  Cerita Kembang Sono 1 Hari ini aku berangkat kerja dengan mengantuk. Sampai aku sadar ada yang berbeda jalanan wangi sekali Kukira parfum seorang wanita Ternyata pohon sono sepanjang jalan berbunga dan gugur menguningkan aspal. • • • Cerita Kembang Sono 2 "Lihat sayang, pohon-pohon itu sepanjang jalan berguguran bunganya. Jalanan menjadi kuning, indah ya." ucap seorang gadis kepada si tunangan yang sedang menurunkan kecepatan mobilnya. "Ya." jawabnya singkat sambil perlahan menginjak rem menatap ke jendela di sebelah kanannya. Ia tak melihat apa-apa selain kalut dalam pikiran. "Romantis ya? " pemuda satu merangkul perut temannya. "Matamu! Romantis sih tapi kelilipan terus" Sentakan pemuda dua kepada pemuda satu melepas peluk, dengan menggerutu ia menancapkan gas, dengan menderu pula motor matik berbunyi tak tak tak. "Apa besok ada harapan mencicil hutang sayur ke mbokdhe yang mulai menumpuk, sedang sekolah masih menuntut kuota...

Ya Itu Judulnya

  puisi yang muncul di tiba-tiba seperti tiupan malaikat jika tak segera dituliskan akan meledak di kepala dan isi darinya adalah: Entah

Halmahera

Aku lamat-lamat tersesat di antara sajak perumpamaan yang kubuat kau tanpa nama menjadi dia jauh berlayar sudah dikemudi hidup aku lekat-lekat menatapmu dari pelabuhan yang disenjakan sepi 2017-2020

Sidoarjo 35 Sekian Derajat

  siang ini panas sekali aku motoran sendirian menuju mana aku erengkan spion dan kulihat masa lalu silau sesayat membutakan tengil sekali masa lalu ini ingin kujawil empedunya yang kini milik seseorang

Saya Ingin Menulis Puisi Pendek Sekali

  <3

Meratapi Pengadilan Agama

 di pengadilan agama betapa banyak orang beruntung - di peraduan nasib berangkat pagi rapi mewangi kasturi bersemangat berapi-api hanya untuk menagih perpisahan dari kenangan kekasih hati Desember, 2017- September 2020 Puisi ini saya mulai tulis saat saya berjualan bubur bayi di sebelah kantor pengadilan agama Sidoarjo. Ada rasa iba tapi juga tanda tanya, kenapa mereka rela pagi sekali datang (selain mengambil nomor antrian) untuk mencerai pasangan hidup.  Sebenarnya tugas dari pengadilan agama tidak hanya perkawinan melulu dan yang datang belum tentu akan cerai. Tapi entah otak saya menggambarkan kebanyakan dari mereka menuntut itu. Maaf.